HUT IBI Ke-71, Ketua IBI Kabupaten Mojokerto Berpesan Bidan Itu Seperti Malaikat

HUT IBI Ke-71, Ketua IBI Kabupaten Mojokerto Berpesan Bidan Itu Seperti Malaikat
HUT IBI Ke-71, Ketua IBI Kabupaten Mojokerto Berpesan Bidan Itu Seperti Malaikat

Majalahglobal.com, Mojokerto – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghadiri Peringatan HUT Ke-71 tahun 2022 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Mojokerto di Convention Hall De Resort hotel Mojokerto, Sabtu (6/8).

 

Dalam arahannya, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ke-71 Tahun 2022 Bagi IBI Kabupaten Mojokerto Di Tahun 2022 Ini.

 

“Semoga melalui momentum ini akan semakin mempererat tali silaturahmi dan menjaga keharmonisan antar seluruh bidan dalam wadah IBI, sekaligus menciptakan sinergitas yang positif dan aksi nyata, serta terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara, dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia maju,” jelasnya.

 

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini juga memberikan apresiasi kepada pengabdian bidan yang bekerja setiap hari setiap waktu, menurutnya, bidan ini merupakan ujung tombak untuk menyelamatkan ibu dan anak.

 

“Maka dari itu pekerjaan paling mulia adalah bidan yang menyelamatkan nyawa seorang ibu dan anaknya,” terangnya.

 

Selain itu, lanjut Ikfina, pertumbuhan bangsa yang sehat yang nanti akan jadi bangsa yang pintar perlu pertolongan-pertolongan dan bimbingan agar masyarakat menjadi sehat.

 

“Jika ingin hidup sehat, akal yang pintar, akal yang cerdas terdapat di dalam tubuh yang sehat, sehingga menyehatkan masyarakat otomatis mencerdaskan bangsa indonesia,” tuturnya.

 

Bupati Ikfina juga berharap para bidan terus menggali kompetensi dan peningkatan kemampuan, serta terus memfasilitasi kegiatan pengembangan keahlian dan keilmuan para bidan, sesuai dengan perkembangan aktual, guna mewujudkan profesionalitas bidan indonesia.

 

“Organisasi Profesi IBI sudah diakui eksistensinya secara nasional maupun internasional. Demikian pula di Kabupaten Mojokerto, eksistensinya sangat nyata, salah satu bukti nyatanya adalah memberi pelayanan pada ibu dan bayi, berperan aktif menurunkan AKI, AKB dan penurunan stunting serta pelayanan keluarga berencana,” harapnya.

 

Ikfina juga berkomitmen untuk senantiasa mendukung kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi profesi IBI, salah satu contohnya, Pemkab Mojokerto telah mengikuti kegiatan bulan bakti dari PC IBI Kabupaten Mojokerto, yaitu kegiatan Bakti Sosial Pemeriksaan IVA yang dilaksanakan pada bulan mei tahun 2022 bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto Ke 729.

 

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan – kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh ibu – ibu bidan. Tentunya saya sangat mendukung kegiatan – kegiatan lain yang diadakan oleh organisasi profesi bidan,” tegasnya.

 

Pada momentum HUT IBI Ke 71 Tahun 2022 ini, Ikfina berpesan untuk anggota IBI agar tetap kompak, semakin mempererat tali silaturahmi dan menjaga keharmonisan antar seluruh bidan

 

“Tambah Ikhlasnya Untuk Melayani Masyarakat,” pesannya.

 

Usai melakukan sambutan, Bupati Ikfina bersama Ketua PC IBI Kabupaten Mojokerto, Rany Juliastuti dan Kepala Dinas Kesehatan, Ulum Rokhmat Rokhmawan, menandatangani komitmen bersama dalam upaya penurunan stunting pada balita (usia 0-59 bulan) dan upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta peningkatan pemakaian alat kontrasepsi KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

 

Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Mojokerto, Rany Juliastuti, S.ST., M.Kes berharap perjalanan panjang profesi bidan bisa mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia maju.

 

“Artinya harapan kita terutama terkait sumber daya manusia. Kita dituntut dari organisasi profesi dan kita juga ada di peraturan Permenkes dan undang-undang kebidanan. Seorang profesi bidan minimal harus sekolah profesi. Artinya kalau kita tidak meningkatkan SDM kita, minimal sudah lulus D3 Kebidanan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, kemudian selanjutnya terkait bidan-bidan di tingkat desa. Apalagi saat menjadi Malaikat di Desa.

 

“Kita dituntut harus serba bisa. Dan saya berharap ada reward dari Pemerintah sebagai bentuk diakuinya profesi bidan itu adalah profesi yang luar biasa. Jadi kalau saya sendiri, setiap melakukan kegiatan contohnya siang ini, saya selalu motivasi teman-teman dengan memberikan reward seperti tadi yang kita lihat bersama-sama. Kita selama ini juga berusaha untuk praktek Mandiri. Contohnya, ada yang melahirkan di tempat praktek mandiri bidan. Nah, seringnya itu dirujuk ujung-ujungnya, utamanya pada pengguna BPJS. Semoga segera ada kejelasan tentang batasan-batasannya dan baik pengguna BPJS maupun non BPJS juga bisa melahirkan di tempat praktek mandiri bidan tanpa perlu dirujuk lagi,” terangnya. (Jay)

Exit mobile version