Ayah Almarhum Asri Iskandar Alam Yakin Anaknya Meninggal Akibat Dimutilasi

Ayah Almarhum Asri Iskandar Alam Yakin Anaknya Meninggal Akibat Dimutilasi
Ayah Almarhum Asri Iskandar Alam Yakin Anaknya Meninggal Akibat Dimutilasi

Majalahglobal.com. Halsel – Keluarga Almarhum Asri Iskandar Alam menunggu hasil Autopsi yang dilakukan tim Forensik Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak tanggal 12 Juni 2022. Korban yang tinggal di Desa Kasiruta Dalam (Kasdam) Kecamatan Kasiruta Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diduga kuat meninggal karena dimutilasi.

 

Keluarga sangat yakin terjadinya Insiden berdarah yang dialami Putra Terbaik Almarhum Asri Iskandar Alam Warga Kasdam hilang pada tanggal 01 Mei 2022 akibat di bunuh dengan cara dimutilasi, Kamis (21/07/2022).

 

“Selain dimutilasi, beberapa organ tubuh milik Almarhum yang ditemukan terpisah-pisah akibat dipotong menggunakan barang tajam,” kata Salim yang merupakan ayah kandung dari Almarhum Asri Iskandar Alam, Kamis (21/07/2022).

 

Salim menambahkan, jadi kemudian organ tubuh anak saya itu dibuang di beberapa titik ke dalam sungai oleh beberapa Oknum Pelaku sehingga Warga dan pihak kepolisian menilai Almarhum meninggal dunia akibat dimakan Buaya. Anehnya, dalam organ tubuh anak saya terdapat luka benda tajam dibagian daging menembus tulang rusuk dan dilokasi tidak ada tanda-tanda buaya mengevakuasi dan memakan korban.

 

“Parahnya lagi pada malam kejadian Korban membawa 16 gelong berukuran 25 liter berisi Air Minum dan dua jerigen ditemukan di muara Air. Kemudian satu jirigen lagi ditemukan di kali manjaweda, di perkirakan dari bibir pante masuk ke sungai satu (1) kilo meter dan satu jirigeb kembali ditemukan di arah Desa Nondang Kecamatan Kasiruta Timur (Halsel) serta perahu katinting milik korban terbelah disamping kiri hingga terlihat gesekan luka perahu sampai bagian tengah samping kiri itu ditemukan didepan Desa Jeret sekitar 50 Meter dari bibir pantai. Jadi beberapa barang bukti milik anak saya yang ditemukan di atas laut ada di sebelah barat dan ada di sebelah Selatan serta ada juga di sebelah Utara masuk ke dalam sungai,” ungkap Salim.

 

Selain itu, Salim meminta pihak kepolisian koperatif dan transparansi terkai penanganan kasus tersebut agar publik dapat informasi dan mengetahui yang sebenarnya.

 

“Kami berharap pihak kepolisian yang menangani kasus atas meningggalnya anak saya diduga kuat perbuatan pembumbunuhan agar koperatif dan transparan serta memberikan segala informasi yang di pertanyakan Wartawan sehingga bisa disampaikan ke publik. Sebab selama ini kami lihat beberapa Wartawan minim mendapatkan informasi dari kepolisian saat di wawancara persoalan barang bukti dan hasil pemeriksaan yang di peroleh polisi. Sementara hasil barang bukti yang ditemukan ade-ade Wartawan sangat memuaskan kami. Dari beberapa keterangan saksi yang diperoleh Wartawan, kami yakin jika kepolisian serius menangani kasus ini maka pelakunya akan segera tertangkap,” tutup Salim. (Kandi)

Exit mobile version