Warga Kasdam Dimutilasi, Keluarga Besar Korban Jadwalkan Boikot Kantor Polres Halsel

Warga Kasdam Dimutilasi, Keluarga Besar Korban Jadwalkan Boikot Kantor Polres Halsel
Gambaran beberapa bukti yang ditemukan keluarga korban

Majalahglobal.com, Halsel – Keluarga Besar Iskandar Alam bersama Dewan Pengurus Cabang (DPC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Usaha Untuk Rakyat (GUSUR) dan Lembaga Pengawas Penyelenggara Triaspotika Republik Indonesia (LP2TRI) adalah salah satu Lembaga Independen yang didirikan dengan tujuan mengawasi pelaksanaan pelayanan publik dan Penegak Hukum terdiri dari Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan seluruh Indonesia.

 

Mereka Bakal memboikot Kantor Polres Halmahera Selatan terkait lambatnya penanganan kasus atas meninggalnya Warga Kasiruta Dalam (Kasdam) yang diduga dibunuh secara sadis beberapa waktu lalu.

 

Hal ini disampaikan perwakilan Keluarga Besar Iskandar Alam. Abdullah Rasid pada Awak Media ini mengatakan Keluarga Besar Iskandar Alam’ bersama kedua Lembaga Masyarakat menjadwalkan pada tanggal 30 Mei 2022 Bakal menggelar aksi besar-besaran.

 

“Kami dari pihak keluarga besar Almarhum Iskandar Alam (Korban) bakal menggelar aksi besar-besaran tahap l nanti. Untuk jadwal aksi akan dilaksanakan pada Hari Senin Tanggal 30 Mei 2022 dengan titik kumpul di depan KERATON KESULTANAN BACAN dan dilanjutkan ke Kantor Polres (Halsel),” kata Abdullah, Kamis (26/05/22).

 

Ada pun agenda tuntutan yang akan disampaikan di antaranya :

 

1. Meminta polres hal-sel klarifikasi kinerja Polsek bacan barat

2. polres hal-sel segera berkordinasi dengan Polda maluku utara agar mengambil alih kasus dugaan kuat pembunuhan yg terjadi di Desa Kasdam yang di tangani Polsek bacan barat.

3. Meminta oknum pelaku dan saksi mata yang

4. melihat insiden tersebut secepatnya di tahan.

 

Ido salah satu Keluarga Besar Iskandar Alam mengatakan bahwa, sejak hilangnya Saudara kami (korban) pada tanggal 1 Mei 2022 dan Tanggal 3 Mei 2022 ditemukan sebagian organ tubuh diduga milik AIA (Korban) Berupa Tulang Rusuk, hati, Gale-Gale Perut dan Tulang belakang ada bekas potongan benda Tajam.

 

“Kami menduga kuat korban dibunuh dengan cara yang terlalu kejam. Kami juga sudah melihat Perahu Katinting milik Korban yang hancur dibagian kiri depan hingga ke bagian tengah samping kiri luar itu, status kasus masih tetap pada Laporan Polisi orang hilang (LPOH) sampai saat ini. Ada apa ini?,” jelasnya.

 

Sementara itu, Penasehat DPC LSM GUSUR Mudawir menyampaikan bahwa dirinya sudah berkordinasi dengan Ketua LSM-GUSUR sehingga dipastikan akan turun kejalan bersama-sama dengan Keluarga Besar Iskandar Alam terkait Insiden berdarah.

 

“Iya saya dihubungi perwakilan dari Keluarga Besar korban dan saya juga sudah berkoordinasi dengan Ketua, sehingga hari senin kami agendakan menggelar aksi di kantor Polres Halsel nanti,” tegasnya.

 

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LP2TRI Halmahera Selatan Ikdam Hasim selaku Ketua Divisi Hukum dan Ham menyampaikan bahwa Lembaga LP2TRI siap memberikan dukungan penuh terhadap pihak keluarga korban.

 

“Kalau dari pihak DPD-LP2TRI sudah siap memberikan dukungan keluarga korban untuk turun ke jalan terkait persoalan ini. Kami juga menilai lambatnya penanganan kasus oleh pihak kepolisian atas meninggalnya saudara kami Almarhum Asri Iskandar Alam yang diduga telah dibunuh berdasarkan beberapa bukti yang ditemukan keluarga korban,” tuturnya. (Kandi/Red)

Exit mobile version