mahkota555

Safari Ramadhan, Ning Ita Ajak Memaknai Jargon Kota Mojokerto

Safari Ramadhan, Ning Ita Ajak Memaknai Jargon Kota Mojokerto
Safari Ramadhan, Ning Ita Ajak Memaknai Jargon Kota Mojokerto

Majalahglobal.com, Mojokerto – Giat rutin safari Ramadhan menjadi kesempatan bagi Wali Kota Mojokerto untuk menyapa langsung warga. Tidak sekadar menyapa, ajang tersebut dimanfaatkan Wali Kota Ika Puspitasari untuk meningkatkan rasa kepemilikan warga atas Kota Mojokerto. Salah satunya dengan menularkan semangat “Spirit of Mojopahit” yang menjadi jargon Kota Mojokerto.

 

“Kita harus benar-benar bisa memaknai “Spirit of Mojopahit”, karena ini bukan sekadar kata tanpa makna”, ungkap sosok yang akrab disapa Ning Ita saat bersafari Ramadhan Shubuh di Musala Babul Fattah, Rabu (13/4/2022).

 

 

Ning Ita memberikan paket Ramadhan ke jamaah Babul Fattah-zan

 

 

Ia menjelaskan bahwa banyak nilai-nilai yang dapat diteladani dari Kerajaan Mojopahit untuk kehidupan masyarakat saat ini. Misalnya semangat persatuan dan persaudaraan.

Apabila dikontekskan dengan kondisi saat ini, meski memiliki wilayah sangat kecil, warga Kota Mojokerto sangat beragam. Enam jenis agama berbeda dapat dijumpai di Kota Mojokerto. Untuk dapat senantiasa hidup berdampingan dengan damai tentu dibutuhkan rasa persatuan dan persaudaraan.

 

 

“Sekarang misalkan kalo panjenengan geger mawon, terus kapan pemerintah membangun kotanya? Ya tentu akan sulit mewujudkan pembangunan, karena pemerintahnya sibuk mendamaikan warga,” terang Ning Ita.

 

 

Dalam hal ini peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Sehingga ia sangat mengapresiasi bagi warga yang telah berpartisipasi pada upaya tersebut, hingga mengantarkan Kota Mojokerto menjadi penerima penghargaan “Harmony Award” dari Kementrian Agama belum lama ini.

Selain itu, safari Ramadhan menjadi kesempatan bagi Ning Ita untuk menyalurkan sejumlah bantuan. Mulai dari dana hibah pembangunan musala, santunan janda lansia, hingga bingkisan lebaran bagi warga sekitar musala lingkungan Gang Dahlia, Kelurahan Wates, Magersari itu. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *