SIDOARJO – Kekayaan Budaya atau Cagar Budaya adalah sebuah benda fisik yang merupakan bagian dari warisan budaya leluhur dari suatu kelompok atau masyarakat dahulu, Barang- barang tersebut termasuk bangunan bersejarah, karya seni, situs arkeologi, perpustakaan, dan museum.
Dan cagar budaya merupakan kekayaan bangsa yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, sehingga perlu di lindungi dan dilestarikan demi pemupukan kesadaran jatidiri bangsa dan kepentingan nasional.

Bangunan Cagar Budaya adalah susunan binaan yang terbuat dari benda alam atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang berdinding, tidak berdinding dan atau beratap. Pada tahun 2019 ada sekitar 1.492 cagar budaya yang bergerak maupun tidak, yang sudah terdaftar dan teridentifikasi.

Candi Dermo merupakan sebuah situs dari masa klasik Hindu- Budha yang terletak di Desa Candinegoro, RT. 04/ RW. 03, Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61262. Situs ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahit, serta memiliki beberapa peninggalan purbakala seperti bangunan candi , serta beberapa benda seperti pahatan relief dan blok- blok batu.
Hadi Ismawanto selaku Juru Pemelihara Candi Dermo memaparkan asal muasal Candi Dermo adalah gapura pintu masuk, dan kalau di lihat dari struktur model bangunannya bukan candi. Karena untuk candi bagian sisi timbulnya tertutup tapi kebetulan ini mempunyai lorong tembus. Lorong tembus untuk sisi bagian utara sama selatan yang mempunyai dinding membentang. Makanya bisa di kesimpulkan ini bukanlah candi melainkan gapura pintu masuk ke kadipaten terung kala itu,”paparnya.

” Biasanya kalau gapura untuk ini, menuju ke pembangunan itu atau bangunan inti.Mungkin dari segi peradaban agama atau segi perang saudara masih belum bisa, untuk pembangunan candi atau candi intinya masih tahap perencanaan. Dan sisi bagian timur ternyata tidak ada sisa temuan atau bangunan intinya,” imbuhnya.
Pj Kepala Desa Candi Negoro,Supriadi Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo menyampaikan perihal Candi Dermo terkait akses jalan untuk menuju Candi tersebut kurang memadai hanya bisa dilintasi kendaraan atau mobil kecil disamping lahan parkirnya juga belum ada itupun saat ini terkendala rumah penduduk, kadang kita kesusahan untuk mengatur parkiran ketika ada rombongan pengunjung yang pakai bus,pernah saat itu kita kedatangan tamu pengunjung 2 bus dari peserta siswa siswi untuk pengenalan nilai nilai sejarah Candi Dermo tersebut dan Sehingga Candi Dermo sampai saat ini tidak bisa terlihat dari jalan raya,Dan harapan Kami selaku pemerintah Desa Candinegoro, Pemerintah pusat maupun daerah bisa memberikan konsep bagaimana jalan menuju candi lebar dan juga bisa dibuat parkir atau mungkin bisa jadi merelokasi 2 rumah tersebut,”tuturnya.

“Terkait Sido resik memang kita warga Candi Negoro sangat bangga dengan adanya Sido resik, apalagi Candi Negoro mendapatkan juara 1. Dan berharap ke depan Sido resik biar bisa eksis mohon dari donatur ada yang masuk ke pemerintah desa. Dan bisa mengcover seperti membeli mainan anak-anak yang tujuannya untuk wahananya ataupun yang lainnya. Supaya tampak menjadi bagus”.
Pj Kepala Desa Candi Negoro,Supriadi menambahkan bahwa untuk jenis UMKM nya sendiri sudah berjalan, dan berharap adanya donatur juga supaya lebih maju secara perekonomianya,dan lebih mengarah pada kesejahteraan masyarakat dan bisa tertata kembali dari akibat pandemi covid 19, apalagi Desa Candi Negoro akan kita canangkan sebagai Ikon untuk Desa Kami,”tambahnya.

Candi Dermo seringkali dikunjungi wisatawan Manca Negara maupun lokal.Dan Ada juga crew Media dari Singapura yang berkunjung. Dalam hal menjaga dan pemeliharaan situs Candi Dermo kontribusinya dari pemerintah untuk saat ini masih belum ada, dan untuk retribusi atau peron biasanya dari pemerintah daerah dan untuk pemerintah pusat juga masih belum ada.
Semoga kedepan adanya Pemerhati dari Pemerintah Pusat,karena situs candi ini,sudah dalam ranah dinas purbakala dan seharusnya pemerintah daerah memperhatikan,dan candi dermo adalah Peninggalan sejarah yang harus kita jaga dan kita lestarikan supaya generasi bangsa mengenal sejarah peninggalan bangsa.(ldy/sgi/mg)










