SIDOARJO – Ruwah/Ruwat Desa adalah tradisi yang biasanya dilaksanakan untuk mengenang dan mengirim doa kepada Nenek Moyang/Leluhur. Ruwah(ruwat) juga sering dianggap sebagai bulan baik untuk perayaan tradisi- tradisi yang bersifat adat, semisal Nyadran, Nayub dan lainnya.
Pada hari ini Sabtu, (27/3/2022) Desa Kemantren Kecamatan Tulangan mengadakan Ruwah Desa dan Tasyakuran di Balai Desa Kemantren dan di mulai pada pukul 19.30 wib – selesai.
Acara itu di hadiri oleh semua lapisan masyarakat Desa Kemantren ( BPD, LPMD, Karang Taruna, RT, RW, Paguyuban Desa dari Karangwerda, KSM , Poktan ( kelompok Tani ), perwakilan dari musholla dan masjid, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan juga Babinsa dari Polsek Tulangan dan Babinkamtibmas Koramil Kecamatan Tulangan dan juga ibu- ibu PKK ).
Adapun Susunan Acara dalam Ruwah Desa dan Tasyakuran di Desa Kemantren adalah sebagai berikut :
1. Pembukaan yang di sampaikan oleh Erlina selaku Sekertaris Desa.
2. Sambutan oleh H.M. Irfan, MSi, selaku BPD dan sambutan oleh Kepala Desa Kemantren oleh H.Kuswandi, SH,MM.
3. Ceramah Agama oleh Ustadz H. Muhajir , SPdi dari Tanggulangin Sidoarjo.
H. Kuswandi, S.H, MM selaku Kepala Desa Kemantren menyampaikan bahwa untuk acara Ruwah Desa dan Tasyakuran ini adalah sebagai bentuk kita penerus leluhur yaitu mengenang leluhur-leluhur Desa Kemantren,”terangnya.
H. Kuswandi, SH MM selaku Kepala Desa Kemantren juga menambahkan bahwa sebelum ke titik puncak kegiatan Ruwah Desa ini, pagi dini hari ( shubuh ) di awali dengan kegiatan Khotmil Qur’an, Khataman Qur’an sampai menjelang magrib, kemudian di lanjut Tahlil. Dan selanjutnya kami beserta aparat desa berkeliling ke punden- punden / makam Leluhur yang babat alas Desa Kemantren ini untuk mengirim do’a. Adapun 3 Leluhur di Desa Kemantren adalah : Mbah Dujalin, Mbah Beji, Mbah Linduboyo ,”paparnya.
Khoirul Huda selaku panitia dan unsur LPMD menyampaikan ucapan beribu terimakasih kepada Allah SWT dan semua pihak atas terlaksana acara Ruwah Desa dan Tasyakuran ini berjalan dengan lancar aman, tanpa ada kendala suatu apapun, “ungkapnya.
Khoirul Huda selaku panitia dan unsur LPMD menambahkan bahwa ini sebuah sejarah yang bertujuan untuk mengingat kembali pelaku sejarah atau orang- orang terdahulu kita, karena kita adalah keturunan- keturunannya sehingga harus kita uri- uri dengan budaya yaitu mengingat kembali tokoh-tokoh yang ada di desa kita,”paparnya.
H.Kuswandi, SH, MM selaku Kepala Desa Kemantren beserta seluruh lapisan masyarakat Desa Kemantren berharap kedepannya, Desa Kemantren yang saat ini sudah lebih guyup, rukun dan lebih sejahtera dan makmur menjadi lebih rukun dan guyup lagi serta tentram dan makmur,”harapnya. (Lidya/sgi/ mg)
