Majalahglobal.com, Malang – Momentum diesnatalis GMNI ke 68 dirayakan penuh hikmah oleh GMNI Malang bersama masyarakat Tirta Sekar Buana Kota Malang. Suasana kebahagiaan di diesnatalis GMNI kali ini terlihat berbeda karena tidak hanya dirasakan oleh anggota, dan kader GMNI Malang saja, melainkan juga dapat dirasakan oleh rakyat sebagai rahim dari GMNI itu sendiri.
Kegiatan diesnatalis ini mulai dilaksnakan sejak kemarin hari sabtu tanggal 26 dan akan berkahir pada haribminggu ini tanggal 27 maret 2022.
Ketua Pelaksana kegiatan ( Bung Dony ) dalam laporannya menjelaskan bahwa pada hari sabtu tanggal 26 itu kegiatan dilaksanakan secara in-door di gedung KNPI Kota Malang.
“Ada tiga rangkaian acara yang dilaksanakan pada tanggal 26 ini yaitu, pentas seni kebudayaan lintas komisariat, pemutaran film pidato 1 Juni Bung Karno, dan sarasehan yang dihadiri oleh Prof Hariyono ( Wakil Kepala BPIP ) beserta para Alumni GMNI, dan Tamu undangan lainnya.
Sementara di tanggal tanggal 27 maret, ada dua rangkaian acara yang di laksanakan secara in-door yaitu, BAKSOS dan panggung aspirasi bersama masyarakt Tirta Buana dan Anggota DPRD Kota Malang, yang dihadiri oleh Ibu Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS selaku Anggota DPRD dari fraksi PDIP.
Ketua GMNI Cabang Malang ( Bung Yongki ) mengatakan diesnatalis kali ini, bukan hanya sekedar serimonial biasa, atau sifatnya evoria saja. Melainkan kita ingin ingatkan kembali bahwa rahimnya GMNI itu adalah rakyat marhaen.
“Jangan sibuk berkelahi terus, sementara lupa dengan rakyta marhaen saat ini memiliki tantangan yang lebih besar “Ungkap Yongki”
Di umur GMNI yang ke 68 ini, ( lanjut Yongki ) Kader GMNI Malang diharpkan tetap mampu mengarungi lautan perjuangan untuk membangun kejayaan Nusantara.
Dirinya juga mengingatkan kader – kadernya untuk tidak lagi terjebak pada konflik internal, melainkan sudah saatnya sebagai kader GMNI harus berpikir out of the box, kekompakan dan goyong royong terus dipetahankan, agar mampu menyesuaikan diri, mampu berkolaborasi dengan rakyat dan agar mampu menjawab tantangan arus zaman hari ini. (Suhartanto)
