mahkota555

Sebuah Prestasi, Indonesia Menjadi Negara Berkembang Pertama yang Menjadi Tuan Rumah Presidensi G-20

Sebuah Prestasi, Indonesia Menjadi Negara Berkembang Pertama yang Menjadi Tuan Rumah Presidensi G-20
Oleh PUTRI NOVITA SARI, S.E. MAHASISWA MAGISTER HUKUM UNIVERSITAS PAMULANG

Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah Presidensi G-20 2022. Secara resmi serah terima Presidensi G-20 oleh Italia kepada Indonesia dilaksanakan di Roma Italia pada G-20 Leader Summit pada tanggal 31 Okt 2021. Ini merupakan momentum bersejarah bagi Indonesia.Kegaiatan tersebut dilakukan mulai dari Des 2021 – Nov 2022. Sebuah prestasi yang luar biasa Indonesia dipercaya sebagai negara berkembang pertama yang menjadi tuan rumah G-20 dan satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota G-20.

 

Sejarah G-20 terbentuk atas inisiasi negara-negara maju G7 (Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat) pada tahun 1999. Forum tersebut dibentuk sebagai salah satu upaya menemukan solusi atas kondisi ekonomi global dan bertujuan untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan dalam rangka mewujdukan stabilitas keuangan internasional. Melansir dari situs Bank Indonesia, G-20 merangkul baik negara maju dan berkembang untuk bersama mengatasi krisis, khususnya yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin. Sampai saat ini ada 20 negara anggota forum G-20 yaitu Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Italia, Argentina, Australia, Brazil, China, India, Indon esia, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki, Uni Eropa.

 

Dilansir dari aku instagram offical resmi Presidensi G-20 @indonesia.g20 , G-20 merupakan forum kerjasama internasional yang terdiri dari 1 negara utama dan uni eropa. Negara yang tergabung adalah negara dengan kelas pendapatan menengah – tinggi dan negara berkembang-maju. Tujuan G-20 yaitu mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif. Terkait dengan mengapa memakai istilah “presidensi” dalam G-20 memiliki arti yaitu forum dipegang oleh salah satu negara anggota yang berganti setiap tahun, karena G-20 tidak memiliki ketua tetap dan sekretariat tetap. Jadi fungsi untuk menjaga kesinambungan dipegang oleh “TROIKA”.

 

Dimana TROIKA terdiri dari 3 negara yaitu 1. negara yang sedang menjabat presidensi, 2. negara yang menjabat 1 tahun sebelumnya, 3.negara yang akan menjabat ditahun berikutnya. Sehingga Indonesia menjadi bagian TROIKA G-20 bersasma Italia dan Arab Saudi.

 

Akan ada sekitar 150 pertemuan baik secara online/ daring maupun offline G-20 dengan delagasi 20.988 dilaksanakan di Indonesia periode Des 21 – Nov 2022. Dimana pertemuan-pertemuan tersebut akan dilaksanakan dibeberapa wilayah di Indonesia seperti Bali-Bogor-Surabaya-Yogyakarta-Solo-Jakarta-Labuan Bajo-Medan-Lombok-Manado, dimana setiap wilayah tersebut memiliki pesona pariwisata yang wajib dinikmati peserta pertemuan G-20 yang secara tidak langsung kita bisa mempromosikan pariwisata Indonesia kepada dunia.

 

Kegiatan KTT G-20 tidak hanya pertemuan para pemimpin negara tetapi juga seminar-seminar internasional. Indonesia akan memanfaatkan kedudukannya sebagai tuan rumah untuk menunjukkan kepada dunia beberapa kebijakan unggul yang terselenggara di Indonesia, dengan tujuan untuk menarik investor asing menanamkan modal di Indonesia dan menjadi semangat untuk bangkit lebih kuat pemulihan paska pandemi Covid-19.

 

Berikut 3 tingkatan pertemuan dalam G-20 yaitu:

1. Kelompok Kerja/Working Group

2. Pertemuan ini dihadiri oleh para ahli dari negara G20 yang menangani isu-isu spesifik terkait dengan agenda G-20, lalu berlanjut ke dalam pertemuan para menteri dan akhirnya KTT.

3. 2.Pertemuan Tingkat Menteri dan Deputi (Ministerial & Deputies Meetings).

4. Pertemuan yang dihadiri oleh menteri dan deputi dari masing-masing area fokus utama forum.

5. 3.Konferensi Tingkat Tinggi KTT (Summit)

6. Rapat tingkat kepala negara/pemerintahan yang merupakan pertemuan klimaks dalam G-20.

 

Pada pertemuan KTT G-20 ini Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” dengan tujuan untuk mengajak semua anggota negara peserta KTT G-20 bahkan dunia untuk bersama-sama bangkit melakukan pemulihan yang kuat, tangguh & berkelanjutan paska pandemi covid yang hampir masuk tahun ke-3 dihadapi oleh seluruh dunia.

 

Indonesia sebagai tuan rumah G-20 merupakan monmen tepat untuk menunjukkan pada dunia nilai luhur Indonesia “pancasila dan bhinneka tunggal ika” dalam kepemimpinan Indonesia di G-20. Ditengah keberagaman dunia kerja sama yang erat menjadi penting untuk mewujudkan kontribusi nyata untuk kehidupan yang berkelanjutan.

 

Agenda utama G-20 indonesia yaitu sbb:

1.Kesehatan yang inklusif.

2.Transformasi digital ekonomi .

3.Transisi energi yang berorentasi pada kesejahteraan dan kemamuran bersama..

 

Adanya banyak isu baik dalam negeri maupun global yang menjadi pembahasan G-20. Fokus utamanya adalah pulih bersama disektor ekonomi dan kesehatan pasca pandemi Covid-19, serta pentingnya mekanisme menghadapi pandemi di kemudian hari (pandemic preparedness).

 

Ada banyak manfaat yang didapatkan Indonesia ketika menjadi tuan rumah presidensi G-20 yaitu meningkatkan kepercayaan global, membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional paska pandemi, memperkenalkan pariwisata dan produk unggulan Indonesia. Dengan Indonesia menjadi tuan rumah G-20 akan banyak tamu/pejabat negara lain yang berkunjung dan secara tidak langsung hal tersebut akan dapat mempromosikan pariwisata di Indonesia dan memulihkan perekonomian masyarakat.

 

Moment langka yang tidak boleh dilewatkan dengan begitu saja oleh Indonesia. Untuk itu semua pihak bahkan seluruh warga negara Indonesia harus mensupport dan mensukseskan terselengaranya G-20 tanpa hambatan maupun gangguan dari manapun. Polri menjadi salah satu isntitusi yang mempunyai kewajiban memastikan tidak ada pihak yang berusaha untuk membuat gaduh/kegagalan KTT G-20. Mari bersama-sama memastikan bahwa Indonesia berhasil melaksanakan tugas dengan baik sebagai tuan rumah Presidensi G-20.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *