Majalahglobal.com, Mojokerto – Koramil 0815/05 Gedeg Kodim 0815/Mojokerto mengerahkan personel Babinsa melaksanakan pelacakan kontak erat pasien terkonfirmasi positif di wilayah Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Kali ini Ahad (06/03/2022) pagi hingga petang, Babinsa Koramil Gedeg Sertu Hadi Purnomo bersama Kades Eliza Atmonegoro, Bhabinkamtibmas Bripka Karya Budi, Bidan Desa Inggit Sitoresmi, Tracer Desa Agus Sunarto dan Kader Kesehatan Nur Faradilla, melakukan pelacakan terhadap sejumlah warga diwilayah Desa Batankrajan.
Pelacakan kontak erat ini, dilakukan karena ada salah satu warga yang terkonfirmasi positif sesuai rilis Dinkes Kabupaten Mojokerto tanggal 6 Maret 2022. Posisi warga terkonfirmasi ini menjalani Isoman diluar kota.
Menurut Babinsa Batankrajan Sertu Hadi Purnomo, pihaknya bersama Satgas Covid-19 Desa sudah melakukan identifikasi terhadap 30 orang warga kontak erat pasien yang terkonfirmasi, baik dari keluarga maupun tetangga.
Hasil tracing dan testing melalui swab antigen diketahui, untuk 30 warga kontak erat ini hasilnya non reaktif. “Dari tracing dan testing yang dilakukan Tim Tracer, seluruhnya negatif”, jelasnya.
Pantauan dilapangan, kegiatan penelusuran kontak erat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan cukup ketat dan langsung diinput ke aplikasi SIlacak. Terpantau usai melakukan tracing, Nakes Puskesmas Gedeg memberikan obat-obatan dan vitamin kepada warga. Hal ini (pemberian obat-obatan dan vitamin) dilakukan sebagai tindak lanjut dari tracing testing, dengan harapan warga kontak erat memiliki imunitas sehingga mampu menangkal serangan virus corona.
Masih diwilayah Koramil Gedeg, tracing dan testing juga dilakukan ditiga lokasi lainnya, yaitu Desa Beratwetan dua lokasi dengan jumlah kontak erat 60 warga, Desa Balongsari dengan sasaran 30 kontak erat dan Dusun Jerukmanis Desa Jerukseger dengan sasaran 21 warga kontak erat, dengan hasil seluruhnya negatif.
Terpisah Pgs. Danramil 0815/05 Gedeg Letda Inf Surjono Hadi, mengatakan, pelacakan atau penelusuran kontak erat ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penularan virus covid-19 dilingkungan keluarga maupun lingkungan tempat tinggal pasien yang terkonfirmasi positif sehingga bisa ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme 3T (testing, tracing dan treatment). “Selain vaksinasi dan penerapan Prokes, 3T ini merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19”, tegasnya.
Dikatakannya lebih lanjut,
untuk mencapai kondisi yang diharapkan, penguatan tracing harus dilakukan ketika ada rilis warga yang dinyatakan terkonfirmasi. Seperti hari ini, Babinsa bersama Satgas Covid-19 Desa melakukan tracing terhadap 141 warga kontak erat. “Babinsa bersama Tiga Pilar dan Nakes terus bekerja melakukan upaya 3T di desa binaan sebagai upaya pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19. Hari libur bukan halangan bagi Babinsa dan Satgas Covid-19 Desa untuk bekerja”, tutupnya. (Jay)
