mahkota555

Pemkot Mojokerto Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

Pemkot Mojokerto Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng
Pemkot Mojokerto Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melakukan operasi pasar minyak goreng kembali di tengah mahalnya harga komoditi tersebut. Operasi pasar dilakukan di Rest Area Gunung Gedangan, Jumat (18/2/2022).

 

Sasaran operasi pasar kali ini adalah pelaku usaha, Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga untuk kebutuhan rumah tangga di masyarakat Kota Mojokerto.

 

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan, operasi pasar minyak goreng akan terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

 

“Kali ini kami tidak memberlakukan kuota, khususnya bagi para pelaku UMKM, berapapun kebutuhannya pasti kita penuhi, tetapi harus mendaftar secara kongrit sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

 

Oleh sebab itu, lanjut Ning Ita, sapaan akrabnya, agar tepat sasaran dan tidak disalah gunakan, pihaknya menggandeng ketua RT/RW untuk proses pendataan dan validasinya.

 

Terpisah, Ganesh P. Kreshnawan, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kota Mojokerto mengatakan, operasi pasar untuk menyetabilkan harga di tengah masih tingginya harga minyak goreng.

 

“Kami menyiapkan tiga kemasan minyak goreng untuk warga Kota Mojokerto, kemasan 18 liter (big box) bagi pelaku UMKM dan kemasan satu liter, serta dua liter untuk kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.

 

Ning Ita juga menyebut, jika operasi ini digelar dalam rangka mengatasi kekosongan stok minyak goreng bersubsidi di toko modern maupun toko eceran.

 

“Kami menyediakan berdasarkan data yang sudah divalidasi, kurang lebih 31.000 liter untuk warga Kota Mojokerto,” terangnya.

 

Sementara itu, Retno, salah satu warga Kelurahan Wates, mengaku terbantu dengan operasi pasar karena kelangkaan minyak dan tingginya harga dipasaran. Apalagi tiap hari dia butuh banyak minyak untuk jualan jajanan gorengan.

 

“Operasi pasar ini sangat membantu saya, karena harga di luar masih sangat mahal, jikalaupun ada pasti belinya juga dibatasi. Ini tadi saya butuh 10 liter langsung dilayani,” ujarnya.

 

Sembari operasi pasar, Ning Ita bersama Forkopimda turun langsung untuk mengingatkan dan juga mengedukasi masyarakat supaya tidak abai dalam melakukan protokol kesehatan.

 

“Kami disini bersama-sama mengingatkan masyarakat secara humanis dan terus menerus, karena ini sudah menjadi tugas kami agar pandemi ini bisa teratasi dan bisa segere berakhir,” pungkasnya.

 

Terkait sangsi bagi para pelanggar, petinggi Pemkot itu menambahkan, tidak ada sanksi bagi pelanggar prokes tetapi kita mengingatkan dan terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam penegakan disiplin prokes. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *