Janji Tutup Pasar Liar, Bupati Sikka Minta Forum Ikut Terlibat

Janji Tutup Pasar Liar, Bupati Sikka Minta Forum Ikut Terlibat
Janji Tutup Pasar Liar, Bupati Sikka Minta Forum Ikut Terlibat

Sikka – Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (Robi Idong) meminta kepada Forum Komunikasi Pengguna Pasar untuk bersama-sama menertibkan pasar liar yang ada di Kabupaten Sikka.

Permintaan ini disampaikan Bupati Sikka ketika menerima perwakilan Forum Komunikasi Pengguna Pasar dari Pasar Alok, Pasar Tingkat dan Pasar Wairkoja yang melakukan aksi penolakan adanya pasar liar yang beroperasi di Kabupaten Sikka, Senin (31/01/2022) di ruang kerja Bupati Sikka.

Robi Idong menyampaikan rasa bangganya terhadap peran komunitas pengguna pasar yang begitu kuat dalam memberikan masukan-masukan kepada pemerintah untuk segera ditindaklanjuti. Menurutnya, hal pertama yang akan dilakukannya bersama tim dinas terkait adalah mengkaji dan secepatnya diambil kebijakan dan keputusan.

Namun kata Bupati, terhadap beberapa poin masukan dari Forum perlu disikapi dan direspon secara baik, sedangkan yang belum bisa direspon akan dikaji terlebih dahulu.

Yang pertama, menutup aktifitas jual beli yang terjadi di TPI Maumere. Bupati dengan tegas menyampaikan bahwa aktifitas jual beli yang ada di TPI sudah sejak lama ditutup sembari meminta kepada Forum untuk menertibkan anggotanya yang berjualan di TPI.

“Ini harus melibatkan semua. Mereka yang jual di tempat yang tidak resmi itu juga dibina. Karena pemerintah kalau mengerahkan penjagaan terus menerus bisa bangkrut, karena biayanya mahal. Ini butuh kesadaran juga. Jadi peran Forum Pengguna Pasar ini juga membina anggota-anggotanya,” pungkas Robi Idong.

Lebih lanjut Bupati Robi meminta agar Forum Pengguna Pasar ini harus dikuatkan.

Rapatkan semua dan mengajak untuk berjualan di pasar yang telah ditentukan.

“Yang jual di Geliting itu penjual dari Wairkoja, yang jual di Wuring itu dari Alok, kemudian yang jual di TPI itu juga dari pasar Tingkat.” tandasnya.

Bupati mengingatkan bahwa hal ini bisa terjadi karena kesadaran masyarakat yang rendah bukan kebijakan pemerintah yang keliru,” kami mengikuti saja apa mau rakyat. Yang terbaik untuk rakyat itu kami dukung,” ungkapnya.

Soal portal di Pasar Alok Bupati menjelaskan bahwa itu berdasarkan rekomendasi DPRD berulang-ulang dalam rangka peningkatan PAD. Ia meminta kepada forum untuk membicarakannya dengan DPRD.

Soal pasar Geliting, Bupati meminta kepada Forum untuk mengajak para penjual di sana agar kembali untuk berjualan di pasar Wairkoja.

Menurutnya, tidak ada satu kebijakan pun yang mengarahkan mereka untuk berjualan di tempat-tempat yang tidak ditentukan. itu adalah perlawanan, mungkin karena mereka merasa rugi.

Bupati mengatakan, ini merupakan persoalan masa lalu yang ia sendiri tidak tahu bahwa untuk memindahkan pasar Geliting ke Wairkoja itu betul melalui kajian yang matang. Buktinya, penjual mau kembali ke bawah.

Sedangkan permintaan Forum untuk menghentikan aktifitas jual beli di Pasar Wuring, Bupati mengatakan bahwa akan dikaji terlebih dahulu, karena menurutnya pengelola pasar Wuring telah mengantongi Ijin pengelolaan pasar.

Untuk bisa memenuhi semua tuntutan tersebut, Bupati berjanji akan menghadirkan para pengguna pasar yang ada di Wuring, Geliting dan Waipare untuk dipertemukan dalam menyelesaikan persoalan ini seceptanya sembari meminta kepada Sat Pol PP dan PKUKM untuk memfasilitasi, meski kebijakan ini sudah dilakukan berulang-ulang kali. (Frans Dhena)

Exit mobile version