SIDOARJO – Semasa pandemi COVID – 19,pruduk pruduk Kerajinan yang dikembangkan oleh pengrajin lokal Tanggulangin yang sudah bermitra dengan Industri Tas dan Koper ( INTAKO ) masih lesu dan prihatin belum bisa menembus pasar lokal dan pasar nasional seutuhnya sesuai yang diharapkan oleh pengelola INTAKO karena alasannya, kalau masih diberlakukan PPKM tetap berjalan laju perekonomian akan menurun, beberapa cara yang sudah di lakukan oleh pengelola melalui jual online. Namun masih banyak kendala dan lama,tapi pihak pengelola masih tetap eksis dengan cara itu sehingga omset bisa berpacu kembali dalam penjualan.
“Harapan ke depan Kalau PPKM ini sudah tidak diberlakukan lagi kepada masyarakat luas, otomatis nanti masyarakat atau pengunjung lokal serta luar khususnya dari kota lain sedang berwisata ke malang atau bromo atau tempat wisata lainya, tentu para wisata tersebut akan menyempatkan mampir atau singgah ke desa wisata tanggulangin khususnya ingin mengetahui bagaimana suasana desa yang memproduksi kerajinan tas,dompet,ikat pinggang serta koper dan sauvenir lainya tersebut yang sudah terkenal murah harganya itu.
“Dan meskipun ada PPKM masih berlanjut kalau pemerintah daerah atau dari Kementerian Pusat serta Dinas Perdagangan bisa memberikan bentuk penyuluhan dan sosialisasi untuk memberikan jalan keluar, sehingga pruduk dari kecamatan Tanggulangin ini bisa menembus pangsa pasar lokal maupun luar,tentu akan menambah income daerah juga. atau ada pemerhati setidaknya untuk INTAKO,Demi kemaslahatan para pengusaha/pengrajin di Tanggulangin bisa bernafas kembali, minimal adanya pemerhati tersebut, dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo,lebih – lebih PEMDA kabupaten Sidoarjo melalui DEKRANASDA atau Dinas yang lainya bisa berkunjung ke INTAKO untuk memperhatikan dan memikirkan dengan kondisi saat ini,InsyaAllah Kami akan lega dan senang hati tentunya”keterangan dari ketua pengelola INTAKO”H.Abdul Mughnie,yang dulu pernah menjabat 2 periode sebagai Kepala Desa Kedensari saat ditemui wartawan majalahglobal.com”ucapnya.Sabtu,(8/1/2022)
“Saat itu kami di undang pula sama Menteri Perekonomian waktu di Jakarta menanyakan” Pak Bagaimana Tanggulangin ?” Dan bagaimana dengan INTAKO saat ini, dan kami jawab, bahwa jelas INTAKO ini masih ada Pak menteri”ujar mantan kepala desa.
INTAKO masih produksi, cuma sekarang masih minim tamu/ pengunjung yang datang untuk berbelanja ke INTAKO saat ini mungkin masih merasa kurang bebas dalam bepergian atau berwisata dalam masa pandemi covid -19.
“Dan juga produksi semuanya ini di hasilkan dari masyarakat Tanggulangin khususnya para pengusaha dan pengrajin yang ingin giat dalam menumbuhkan ekonominya, yang jelas lagi INTAKO siap bersaing untuk harga dimasa pandemi dari manapun juga. Itu harapan kami” Lanjut mantan Kepala Desa tersebut.
Sebelum adanya pandemi covid -19 dan PPKM Diberlakukan oleh pemerintah omsetnya mencapai 300 juta – 400juta bahkan sampai 500juta dalam 1 bulan. Tetapi setelah adanya PPKM dimasa pandemi ini omsetnya turun drastis dan sangat minim sekali penghasilannya, kalau bisa dihitung jari hanya mendapatkan income dibawah 100 juta . Itupun menjadi kendala dalam hal ini, kami juga tidak bisa membayar gaji karyawan penuh dan biaya operasional nya termasuk penggunaan PLN.
Pengelola intako mengotak atik bagaimana bisa membayarkan karyawan, bagaimana bisa juga membayar khususnya biaya – biaya tak terduga yang harus kami keluarkan, seperti listrik tidak bisa di hindari dan ini wajib hukumnya untuk dibayar. namun untuk karyawan masih bisa kami kurangi kerjaan nya.itupun masih kami pikirkan dalam seminggu, kadang bisa 2 atau 3 hari masuk kerja, yang penting karyawan tidak kami rumahkan, masih bisa dipekerjakan seperti sediakala” setidak nya kami hanya mengurangi di harinya saja.
Mengenai pengunjung atau tamu yang berbelanja adanya Pandemi ini, kalau kami bisa hitung, pengunjungnya dibuat rata-rata sekitar 10 orang bahkan 5 orang setiap hari, bahkan tidak bisa diharpakan seperti sebelumnya,
Jadi adanya Pandemi ini sangat berpengaruh sekali tingkat income/omsetnya sangatlah menurun.
“Dan harapan kami dari INTAKO, Buat pemerintah daerah khususnya kabupaten Sidoarjo sebisanya ikut andil atau bekerjasama dalam mensejahterakan kemaslahatan bagi pengusaha dan pengrajin lebih – lebih buat masyarakat Desa Kendensari Kecamatan Tanggulangin.
“Dan kami juga berharap pemerintah kabupaten Sidoarjo juga memberikan pesan dan kesan untuk produk dari INTAKO ini”. tambahnya.(sugi)
