Tingkah Peduli Terhadap Sesama, Menurut Penjelasan Kitab Balaghoh

Tingkah Peduli Terhadap Sesama, Menurut Penjelasan Kitab Balaghoh
Tingkah Peduli Terhadap Sesama, Menurut Penjelasan Kitab Balaghoh

Kepedulian atau mau berbuat kemanfaatan untuk pribadi maupun kepentingan bersama, itu bisa menyempurnakan pada beberapa perkara. Terlebih bagi orang yang banyak menerima nikmat dari Allah tetapi masih keras hatinya, maka hendaknya ia mau peduli untuk merubah keadaannya.

Dalam Kitab Tanbihul Mutaallim menyebutkan tingkah peduli bagi seorang murid ialah, mampu membagi waktunya dengan baik untuk kegiatan yang bermanfaat:

وَلْيَكُ أَوْقَاتَهُ مُوَزَّعًا لِيَفِى #
بِمَا لَهَا مِنْ حُقُوْقِهَا فَمَا عَطَلَا
مُرَتِّبًا لِلْأُمُوْرِ جَاعِلًا أَحَدَا #
اَلأَشْيَا مَكَانًا يُعَادِىْ كَسَلًا مَلَلًا.

Hendaknya pelajar dapat membagi waktu agar dapat memenuhi hak-haknya waktu sehingga tidak ada waktu yang kosong dan sia-sia. Dan pelajar menata semua perkara dengan rajin seperti meletakkan sesuatu pada tempat yang tetap, serta melawan rasa malas dan bosan.

Tatkala seseorang sudah memiliki kepedulian, maka ia berada dalam bimbingan guru yang menuntunnya dengan ikhlas dan tidak mudah menyalahkan. Serta bisa menggiring kepada pekerti yang baik, sesudah ia mendasarinya dengan ilmu dan menjadikanya kebiasaan tingkah yang meresap ke dalam hati. Sehingga kepedulian tersebut bisa membebaskan kepada kesulitan orang banyak, serta memaksa orang lain untuk mencapai tujuan.

Maka sesungguhnya bagi yang bisa mengendalikan nafsunya itu merupakan puncak dari pekerti yang baik, sesudah ia menetapi ilmunya dan sebelum kebiasaan buruknya mendarah daging.

Kyai Mushonnif sudah memberikan kejelasan dari beberapa jalan keselamatan bagi semuanya dengan syarat selalu pasrah kepada guru. Tetapi kebanyakan dari mereka ingkar pada kejelasan perkara agama dan suka menyia – nyiakan waktunya yang membuat seseorang mengalami kegagalan. (Atz)

Exit mobile version