mahkota555

Risalah: Melawan Hawa Nafsu untuk Terciptanya Keharmonisan

Risalah: Melawan Hawa Nafsu untuk Terciptanya Keharmonisan
Risalah: Melawan Hawa Nafsu untuk Terciptanya Keharmonisan

Manusia diciptakan dari tanah, dan tanah itu adalah materi yang kotor, sebab itulah Tuhan tidak lupa menitipkan roh untuk menjaga badan. Maka secara arafia manusia dibentuk dari dua wujud yaitu Jasmani dan Rohani.

Konsepsi tentang melawan hawa nafsu sudah banyak yang membicarakannya bahkan secara praktik pun sudah banyak yang melakukannya. Tetap di sini secara singkat saya akan uraikan kembali lewat peta konsep yang saya wacanakan dalam tulisan ini.

Masalah yang sering kita hadapi secara garis besar umumnya itu datang dari kita yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsu sehingga apa yang kita lakukan bisa jadi menciptakan konfik sosial secara vertikal maupun horisontal. Misalnya suatu hubungan kelompok organisasi dapat terpecah belah karena kuatnya dorongan hawa nafsu dari sebagian oknum untuk meraih apa yang diingingkannya secara individualistik. Sehingga nilai-nilai luhur dari kelompok organisasi tersebut tidak lagi dihindakan, jika demikian hal ini sangat berpotensi terjadinya pecah belah.

Sebagaian orang memandang bahwa jika keinginannya dapat tercapai tanpa menghindakan orang lain disekelilingnya itu adalah hal yang wajar. Sebagian lagi menyebut itu hanya dinamika biasa. Tetapi fatalnya adalah, tidak ada keharmonisan diantara sesama, lantaran selalu berkonflik. Keburukan semacam itu tentu tidak terlepas dari dorongan hawa nafsu.

Maka solusi apa yang perlu kita siapkan untuk mengendalikan hawa nafsu ?. Sebelumnya perlu kita mengenal unsur-unsur terciptanya hawa nafsu. Lebih lanjut dijelaskan dalam Wikipedia bahwa Hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia; berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang. Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut. Dapat berupa hawa nafsu untuk pengetahuan, kekuasaan, lawan jenis, uang dll.

Dengan demikian kita dapat mengenal Unsur-unsur dari hawa nafsu terjadi dari internal mapun eksternal. Internal bisa berupa emosi yang tidak terbendung, sirikh, dengki, sombong, egois, semua itu bisa disimpulkan sebagai penyakit psikologi. Sementara dari eksernal, uang, perempuan dan kekuasaan. Seseorang bisa menjadi buas seperti hewan jika hawa nafsunya tidak dapat dibendungi. Maka sesuatu yang haram bisa dihalalkan atau sebaliknya yang halal bisa diharamkan. Pada intinya keingan orang tersebut dapat tercapai.

Dari uraian persoalan hawa nafsu di atas sekarang kita coba mencari ramuannya. Tapi tentu masing-masing di antara kita memiliki caranya sendiri untuk mengatasi penyakit hawa nafsu. Di sini saya hanya mengungkapkan secara garis besar. Mengutip kata Habib Husein Jafar dalam Republika mengatakan seseorang bisa mengalami penyakit hawa nafsu karena iri atau dengki kepada orang lain yang lebih baik hidupnya. Sebab itu cara untuk mengatasi hal tersebut lanjut Habib Huesin memberi solusi bahwa “Daripada dengki, lebih baik kita bersaing dalam hal positif seperti mengejar urusan akhirat. Karena hidup manusia ini untuk di akhirat bukan untuk di dunia. Dunia hanyalah jembatan menuju akhirat,”

Dengan demikian perlu kita aplikasikan dalam hidup kita bahwa hidup kita sebagai manusia didunia ini tentu diawasi oleh Tuhan. Maka segala hal yang kita lakukan harus menyenangkan hati Tuhan, agar dapat menjadi berkah di akhirat. Bukan soal miskin atau kaya, yang baik atu buruk, yang suci atau dosa, kembali lagi hidup kita semua ditentukan oleh Tuhan. Maka jalan satu-satunya melawan hawa nafsu adalah mengingat akhirat. Sebab perbuatan kita di dunia ini sangat mempengaruhi seperti apa kita nantinnya di akhirat. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *