BOJONEGORO – Dusun Krajan Desa Kanor Dalam sepekan ini mengalami perubahan drastis dimana jalan desa tersebut mengalami anjlok dan tanggul yang disisi jalan juga mengalami retak ( patah )tanggul tersebut diduga tidak ada pancang beton untuk penahan bila mana terjadi air pasang sungai bengawan solo,lebih – lebih dalam beberapa bulan ini curah hujan mengalami peningkatan intensitasnya,dari hasil keterangan masyarakat dusun krajan itu terlihat dalam sebulan yang lalu,ada perubahan ( sleeding ; read ) hingga kini setelah pengecekan mengalami penurunan sampai 2,05 meter saat wawancara dengan Kepala Desa Kanor ” Jono,terangnya Senin,(6 Desember 2021).
Semenjak adanya jalan anjlok,dari Pemerintah Desa Kanor langsung melaporkan ke Camat serta BPBD provinsi maupun BPBD Kabupaten,kemudian itu langsung di tanggapi dan langsung di sidak dilokasi,BPBD Bojonegoro membenarkan kejadian ini memang dalam pembangunan tanggul tersebut sebelumnya tidak ada pancang beton sehingga tanggul penahan tersebut mudah gerak apabila kondisi cuaca saat ini,ujarnya
Dan pihak BPBD Kabupaten Bojonegoro akan mengirimkan bantuan berupa batu pedel/sirtu dalam beberapa hari kedepan ini,di tuturkan oleh Kepala Desa kanor saat dihubungi melalui tilpun whatsappnya.
Harapannya dengan bantuan tersebut bisa mengurangi penurunan tanah.
Sehingga tidak berlanjut dan tidak berdampak pada rumah penduduk nantinya.
Sejauh ini blm tau anggaran yang dikeluarkan habisnya berapa sepanjang jalan kurang lebih 70 meter tersebut.
Dari hasil yang dilaporkan sangat berdampak pada penduduk sekitar 7 rumah yang jaraknya antara 15 meter dari tebing tanggul penahan jalan yang anjlok,dan ini butuh penanganan dan perhatian yang serius sehingga jalan tersebut tidak melebar lagi,dari pemerintah kabupaten Bojonegoro.
Demikian pula yang disampaikan Tokoh Masyarakat Desa Kanor harapannya pihak pemerintah dan BPBD Kabupaten Bojonegoro sesegera untuk mengerjakan kembali jalan tersebut sehingga bisa menjadikan akses jalan desa normal kembali.( Sugi )










