Mojokerto – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Nasdem H. Suwandy Firdaus, S.E., S.H., M.Hum menggelar penyerapan aspirasi masyarakat yang ke III di tahun 2021, Senin (1/11/2021) di Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Saat diwawancarai media ini, Suwandy Firdaus mengatakan bahwa tadi banyak usulan-usulan dari masyarakat maupun organisasi dan tokoh-tokoh agama.
“Usulan pertama dari tokoh agama, usulannya berkaitan dengan TPQ dan Ponpes yang butuh perhatian dari Pemerintah Jawa Timur. Ponpes di Dusun Mengelo ini kecil-kecil tidak tersentuh dengan program-program Ponpes. Salah satunya program One Pesantren One Product (OPOP). Jadi Ponpes di Dusun Mengelo ini butuh bantuan berupa fisik maupun alat-alat pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, kemudian usulan kedua dari Kepala Dusun Mengelo yang prihatin karena banyak jalan yang rusak tanpa ada perhatian baik dari Pemerintah Provinsi maupun dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Ini nanti akan kita sampaikan dan semoga segera mendapat Pokir (Pokok-pokok pikiran). Jadi Aspirasi malam ini akan kami tindaklajuti ke eksekutif saat perancangan APBD.
“Kemudian usulan yang ketiga dari Lazisnu. Jadi Lazisnu ini mengucapkan terima kasih kepada saya karena sudah saya bantu untuk mendapatkan program dari Gubernur yaitu satu unit mobil operasional untuk santunan anak yatim. Berikutnya ia juga berharap ada kontribusi untuk pengembangan organisasi salah satunya bantuan bantuan berupa usaha-usaha seperti UMKM itu dan sisi lain juga berharap ada Dermawan untuk memberikan santunan kepada anak yatim di seluruh kabupaten Mojokerto,” terangnya.
Diwawancarai media ini terkait maraknya balap liar di Mojokerto, Suwandy Firdaus berharap Polres Mojokerto dan Polresta Mojokerto tetap menjalankan patroli di jam-jam rawan apalagi saat hari Sabtu Minggu.
“Hal ini kan dampak dari anak-anak yang sekolahnya terbiasanya daring akhirnya cenderung fokusnya ke kegiatan-kegiatan yang kurang positif. Saya berharap warga Masyarakat Jalan RA Basuni Sooko untuk terus memberikan laporan kepada Polsek sooko maupun Polres Mojokerto supaya tidak terjadi balapan liar di Wilayah RA Basuni Sooko seperti saat hari Minggu kemarin itu ada 74 pembalap liar yang diamankan Polres Mojokerto,” tutupnya. (jay/adv)










