Bersyukur merupakan kunci dari terbukanya keberkahan, dengan ungkapan syukur tersbut maka akan menjadi bekal untuk mencapai tujuan dan menggapai kemulyaan. Salah satu bentuk bersyukur yang nyata adalah mengabdi kepada guru, yang merupakan wasilah tersampaikannya ilmu kepada kita. Tanpa adanya guru yang membimbing maka kita bukan siapa siapa dan tidak akan berguna bagi masyarakat.
Barang siapa yang melangkah tanpa adanya petunjuk dari guru, maka hidupnya tidak akan berkah dan pastinya sulit dalam mencapai tujuannya. Karena guru ibarat tongkat yang menuntun kemanapun kita melangkah dalam kehidupan ini. Untuk itu dengan menghormati dan menjaga para guru kita sampai kapanpun, itu merupakan wujud dari bersyukur karena telah memiliki guru pembimbing.
Serta dalam melangkah untuk mencapai tujuan kita harus fokus, dengan tidak menghiraukan kepada fitnah dan selalu berpegangan pada petunjuk guru pembimbing. Dengan begitu maka kita akan terhindar dari kegagalan dan kerusakan yang menghambat kita pada tercapainya maksud.
Adapun pada perkara kerusakan itu tersimpan hikmah yang besar, jika kita mampu mempelajarinya. Contoh orang yang gagal dalam hal ilmu, karena tidak mau bersusah payah dan banyak membuang waktunya untuk perkara yang tidak bermanfaat. Itu akan bisa menjadi cambuk bagi kita untuk tidak melakukan langkah tersebut, agar berhasil dalam menuntut ilmu.
Selanjutnya kita harus mempunyai sikap tawadhu ibarat padi makin berisi makin merunduk, maksudnya jangan sampai sombong dengan ilmu kita. Hendaknya kita juga tidak mengandalkan pertolongan orang lain, karena banyak sekali kenikmatan Allah yang wajib kita syukuri.
Sehingga Dengan senantiasa membagikan kenikmatan tersebut, maka itu adalah termasuk kategori orang yang ahli bersyukur dan bermanfaat untuk sesama. Seperti contoh guru yang mempunyai nikmat ilmu, maka cara mensyukurinya dengan selalu mengajarkan ilmunya dengan ikhlas kepada muridnya.
Jadi orang orang yang senantiasa terhubung dengan guru dalam setiap langkahnya adalah termasuk golongan orang yang selalu bersama Nabi Muhamnad SAW. Karena guru yang alim dan pembimbing sejati yang senantiasa melayani merupakan warisan / penerus ajaran dari beberapa Nabi.
(Sumber Kitab Balaghoh PonPes Khomsani, Atz)










