mahkota555

Wujud Machabbah yang Sesungguhnya, Simak Penjelasannya

Wujud Machabbah yang Sesungguhnya, Simak Penjelasannya
Wujud Machabbah yang Sesungguhnya, Simak Penjelasannya

Kejelasan dari seseorang yang kuat keimanan (machabbahnya) terwujud dari amaliahnya yang lebih mengutamakan orang lain daripada untuk pribadinya sendiri. Hal itu akan membuatnya menghindari dari mencari kesenangan pribadi dan juga terhindar dari hal yang sia sia.

Contohnya ialah donatur yang rela menyedekahkan hartanya untuk kepentingan pesantren, itu merupakan wujud dari kuatnya iman atau machabbahnya kepada sesama. Sesuai dengan dawuh guru kami, Santri sejati ialah yang bisa peduli terhadap santri lainnya.

Dengan begitu donatur bisa juga dikatakan sebagai santri sejati karena telah peduli terhadap anak pesantren. Sementara santri pesantren ia masih harus membuktikan dulu dengan cara mengabdi kepada gurunya dan saling membantu untuk kepentingan pesantren.

Ibnu Abi Syaibah di dalam Mushannaf-nya (5/258) meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ طَلَبَ الدُّنْيَا حَلاَلاً اِسْتِعْفَافًا عَنِ الْمَسْأَلَةِ وَسَعْيًا عَلَى أَهْلِهِ وَتَعَطُّفًا عَلَى جَارِهِ لَقِيَ اللهُ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ، وَمَنْ طَلَبَ الدُّنْيَا مُكَاثِرًا بِهَا حَلاَلاً مُرَائِيًا لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيْهَ غَصْبَانُ “.

Artinya:
Barang siapa mencari (kenikmatan) dunia secara halal untuk menjaga diri dari meminta-minta; untuk memenuhi kebutuhan keluarganya; dan untuk bederma kepada tetangganya maka di hari kiamat ia akan bertemu Allah sedang wajahnya bersinar terang laksana bulan purnama. Sedangkan barang siapa mencari (kenikmatan) dunia secara halal untuk ditumpuk-tumpuk dan pamer kepada sesama maka di hari kiamat ia akan bertemu Allah sedang Allah murka kepadanya.

Barang siapa yang ingin selamat dari kemaksiatan tetapi tidak bisa menjaga perilakunya maka ia akan menyesal pada kemudian hari. Karena bagi yang ingin terhindar dari pahitnya kehidupan sampai ia berhasil, maka ia harus berusaha untuk mewujudkan cita citanya. Dengan begitu maka ia akan mendapatkan akhlaq yang baik yang mampu menuntunnya kembali menuju TuhanNya.

Dan sesungguhnya bagi orang yang mampu mewujudkan harapan guru, itu terdapat petunjuk yang yang baik dan menjadikannya mempunyai identitas yang jelas. Sehingga mampu menjadikan nasihat yang menyelamatkan orang lain. Serta mutlak tidak ada cita cita yang dapat terwujud tanpa disertai rasa ta’dhim (hormat) kepada guru.

Kyai Mushonif selalu mengikuti kepada orang yang berbagi kasih sayang dengan segera kepada sesamanya. Karena banyak orang yang membutuhkan pertolongan kita, sehingga wajib untuk menolong mereka dengan ikhlas.

Itulah gambaran orang yang mempunyai kekuatan Iman (Machabbah) yaitu orang yang banyak kasih sayangnya terhadap sesamanya. Yang pastinya akan menghantarkannya untuk selalu berkumpul dengan Allah dan RosulNya. Amin.
Sumber Kitab Balaghoh PonPes Khomsani Nur Atz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *