Majalahglobal.com, JOMBANG – Tinjau lokasi banjir di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang, Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab malah dapat umpatan dari seorang warga yang kesal pada Rabu (13/1/2021).
Diketahui, pria yang enggan menyebutkan namanya ini, melontarkan umpatan kepada rombongan Bupati yang meninjau lokasi banjir yang sudah merendam satu Desa di Kesamben terhitung dua pekan lamanya.
Pria tersebut melintarkan ucapan kekecewaannya saat rombongan Bupati masuk ke lokasi banjir. Dengan emosi, umpatan keluar dari pria tersebut, untungnya warga lain beserta polisi di tempat dapat menahan pria tersebut.
“Percuma kesini, masuk ke lokasi banjir kalau berani, ayo masuk, tidur disini. Han****,” umpat pria tersebut.
Warga dan petugas yang berjaga menahan pria itu dan diingatkan untuk istighfar dan sabar. Kekesalan pria tersebut, karena ia geram melihat banjir tiap tahun dan tidak pernah ada solusi.
“Dibandingkan tahun lalu, surutnya tambah lama, tidak ada solusi. Tidak ada permintaan lain, kalau mati, mati semua. Sudah jebol saja pokoknya,” katanya.
Banjir di Desa Jombok ini, sudah masuk ke hari 13. Banjir tidak kunjung surut dan kurang lebih sekitar 120 rumah warga terdampak banjir, sekitar 300 lebih kepala keluarga (KK) jadi imbas banjir yang melanda sejak Jum’at (1/1) ini. Sebagian warga pun ada yang memilih mengungsi ke posko. Ada juga yang tetap memilih bertahan dirumah masing-masing.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Abdul Wahab membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut dia, saat itu Bupati Mundjidah usai meninjau kondisi banjir dan menyerahkan bantuan kepada para korban.
“Iya, tapi ibu (Bupati Mundjidah) kan sudah selesai, ibu sudah mau pulang. Banyak pejabat, termasuk saya sudah di mobil. Ibu diminta warga ngomong-ngomong. Untuk ya memberikan semangatlah,” jelasnya.
Wahab berpendapat, pria tersebut melampiaskan amarahnya ke Bupati Jombang karena jengah dua pekan hidup di tengah kepungan banjir. “Dalam suasana seperti itu, apalagi lebih dari satu minggu mereka hidup di tengah-tengah air, siapa yang tidak stres. Cuman masalahnya ada warga yang bisa menahan emosinya, ada yang tidak,” tuturnya.
Meluapnya Avour Watudakon mengakibatkan sekitar 200 rumah penduduk di Dusun Beluk terendam banjir sejak Jumat (1/1). “Ketinggian air paling dalam di jalan sampai 1 meter. Kalau di rumah-rumah paling tinggi 80 cm,” pungkas Wahab. (ang)
