Malang – Polresta Malang Kota kembali menangkap puluhan remaja yang masih nekat melakukan balapan liar di wilayah Kota Malang saat menggelar patroli subuh.
Meskipun masih dalam wabah pandemi Covid-19 semakin meluas, dan imbauan Physical Distancing diserukan. Namun tidak membuat puluhan remaja ini berhenti menggelar balapan liar.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan puluhan remaja tersebut ditangkap dari dua lokasi yang berbeda, Kamis (7/5/2020).
“Jadi sekitar jam 04.00, kami mendapatkan informasi ada kegiatan balap liar di Jalan Rajasa dan wilayah Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang. Kami pun segera bergerak ke lokasi tersebut.” tegasnya.
Setelah mendapat laporan tersebut, lanjut Kombes Pol Leonardus, ia dan anggotanya bergerak menuju lokasi, dan berhasil menemukan puluhan sepeda motor yang terlibat balap liar.
“Ada 38 kendaraan roda dua dan 62 orang yang ditangkap. Akhirnya mereka bersama kendaraannya langsung dibawa menuju ke Mapolresta Malang Kota.” pungkasnya.
Setelah tiba di Mapolresta Malang Kota, puluhan remaja yang berusia antara 14 – 22 tahun itu kemudian disuruh berjemur di depan halaman Mapolres. Kemudian dilakukan penyemprotan antiseptik dan pengecekan suhu tubuh memakai thermal gun.
Dari 62 orang remaja itu, setelah dilakukan pengecekan suhu tubuhnya, ditemukan awalnya terdapat 10 orang yang suhu tubuhnya 38 derajat
“Kami tunggu sebentar lalu kami cek ulang lagi suhu tubuh mereka. Ternyata ada tiga orang yang suhu tubuhnya tetap di angka 38 derajat. Dan 7 lainnya mendekati 38 derajat. Kemudian kami langsung melakukan rapid tes. Ini masih ditunggu hasilnya.” pungkas Kombes Pol Leonardus.
Selain melakukan pengecekan kesehatan, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan terkait adanya indikasi perjudian di balapan liar tersebut.
“Kami masih dalami, bukti uang dan taruhan harus dikumpulkan dahulu. Kalau memang terbukti, langsung akan kita lakukan proses hukum,” katanya.
Kapolresta Malang Kota menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggencarkan operasi dan razia balap liar di wilayahnya.
“Kita akan terus menggencarkan operasi balap liar di wilayah Kota Malang. Kita tidak ingin masyarakat menjadi resah akibat adanya kegiatan tersebut,” urainya.
Selain itu Kombes Pol Leonardus Simarmata juga menyatakan bahwa kendaraan yang terlibat balapan liar, akan ditahan sementara waktu di Mapolresta Malang Kota.
“Kendaraan baru boleh diambil pemiliknya setelah lebaran. Ketika mengambil, harus didampingi orang tua dan membuat surat pernyataan. Dan kendaraan tersebut harus dikembalikan ke bentuk standar.” ujar Mantan Kapolres Mojokerto itu.
Sementara itu, Humas Tim Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif saat memantau jalannya pemeriksaan rapid test di Mapolresta Malang Kota membenarkan jika ada beberapa remaja yang dilakukan pengecekan suhu tubuhnya. Dari pengecekan suhu tubuh sebanyak dua kali, ternyata ada 10 anak yang suhu tubuhnya mendekati 38 derajat
“Dari hasil pengecekan rapid test pada 10 remaja tersebut,diketahui mereka non reaktif. Ternyata hasil rapid test dari 10 anak tersebut adalah non reaktif. Sehingga indikasi untuk terinfeksi Covid 19, Insya Allah tidak ada.” terangnya. (Erik/Jayak)