Mojokerto – Sambung Roso Spiritual Majapahit menggelar larung sesaji di Taman Brantas Indah, Kabupaten Mojokerto, Jumat (24/4/2020). Perlu diketahui, kegiatan larung sesaji ini di hadiri 5 pemuka agama dan mereka semua menyetujui kegiatan melestarikan adat yg bertujuan menolak bala pandemi corona (Covid-19). Baca juga : Larung Sesaji Dituduh Syirik & Datangkan Bencana, Ini Jawaban Ki Purbo
Ki Purbo Diningrat selaku pembina dari pusat lembaga budaya Surakarta, Koordinator Wilayah Jawa timur dan Bali mengatakan jika larung sesaji ini bertujuan untuk memberantas wabah Covid 19. Kegiatan Larung Sesaji ini juga mengundang para Tokoh Pemuka agama serta unsur Forkopimda Mojokerto Raya dan mereka semua hadir. Jadi kita mengedepankan kebersamaan dan saling menghargai atas keberagaman budaya dan agama di bumi Nusantara ini.
“Kenapa harus kepala sapi untuk dijadikan larung sesaji, karena kepala sapi adalah rojo koyo atau pusat perekonomian yang bakal dilemahkan saat terjadi wabah seperti ini. Lalu kenapa harus kepala kambing atau bahasa jawanya mendo, karna mendo mengandung arti menghancurkan tatanan negara kita. Kenapa kita gelar bukan di laut tapi di sungai brantas, karena tujuan kita memang untuk memberantas wabah covid-19,” urai Ki Purbo Diningrat.
Lebih lanjut, Ki Purbo Diningrat juga mengatakan jika Alam sekarang bergejolak karena Covid-19.
“Dengan harum dupa dan sesaji tadi bisa menetralisir wabah Covid-19 yang berkembang saat ini. Mudah-mudahan dengan ritual ala Mojopahit ini, wabah Covid-19 cepat sirna,” harapnya. (Jayak)
