mahkota555

Perempuan Paruh Baya ini Lewati Kondisi Darurat dengan Pelayanan Tepat

Mojokerto, Sudarmi (55) begitu perempuan paruh baya ini biasa disapa, tengah dirawat karena penyakit lambung akut yang di deritanya. Saat ditemui di sebuah ruang perawatan kelas III salah satu rumah sakit swasta di Mojokerto,  Aris (31) anak kedua Sudarmi menjelaskan bahwa ini adalah yang kedua kali ibunya dirawat dengan penyakit yang sama.

Selama lebih dari tiga hari Sudarmi harus beristirahat di rumah sakit untuk menjalani perawatan dan pemulihan kesehatannya. Warga jalan Joko Tole Kecamatan Magersari Kota Mojokerto ini lantas menjelaskan bagaimana awal dirinya merasakan sakit hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit.

“Saya merasa nyeri, mual, muntah dan diare selama tiga hari. Pada malam hari jam sebelas, kondisi saya  sangat lemas dan tidak kuat hingga dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD), sampai akhirnya saya dibawa ke rumah sakit ini. Disini saya langsung ditangani, diperiksa kesehatan dan tensi serta dipasang infus. Tidak ditanya macam-macam, hanya menunjukkan kartu peserta JKN-KIS saya dilayani dengan baik,” terang Sudarmi dengan suara pelan.

Sudarmi dan keluarga merasa tenang karena memiliki kartu JKN-KIS. Terdaftar sejak tahun 2017 sebagai keluarga dari Peserta Penerima Upah (PPU), ia tidak keberatan penghasilan suaminya yang seorang sopir di sebuah pabrik kertas harus dipotong setiap bulannya untuk pembayaran iuran JKN-KIS karena ia sendiri telah merasakan manfaat program JKN-KIS.

Ia lantas menjelaskan bahwa kebiasaan makannya yang tidak teratur menjadi sebab sakit lambungnya. Walaupun ia telah mengkonsumsi obat-obat untuk sakit maag yang dijual bebas, karena sakit lambungnya yang akut dan disertai dengan demam berkepanjangan akhirnya ia harus menyerah dengan sakit lambungnya yang sudah akut.

Setelah ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam selama tiga hari, kini kondisi Sudarmi sudah membaik. Nafsu makannya sudah beranjak normal kembali dan tidak merasa mual atau muntah.

“Punya kartu JKN-KIS itu penting bagi semua orang karena kita tidak selalu sehat, terkadang kondisi darurat seperti yang saya alami. Dengan JKN-KIS tidak ada resiko mengeluarkan biaya karena biaya pengobatan sudah ditanggung program Jaminan Kesehatan dengan kita menjadi peserta JKN-KIS,” pungkas Sudarmi. (Jayak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *