DILAYANI BAIK SAAT KONDISI DARURAT DAN LANCAR JALANI TERAPI BERKAT JKN-KIS

Mojokerto – majalahglobal.com : Pitono adalah seorang pensiunan PNS peserta JKN-KIS.  Saat masih aktif, ia bertugas di sebuah puskesmas sampai dengan tahun 2000 ia memasuki masa pensiun. Sesuai golongan terakhirnya, laki-laki yang tinggal di daerah ruko Terminal Kertajaya Mojokerto tersebut terdaftar sebagai peserta JKN-KIS kelas II.

Saat ditemui di sebuah rumah sakit swasta di wilayah Wates Kota Mojokerto pada Senin (18/02),  laki-laki paruh baya itu tengah menunggu antrian untuk melakukan pemeriksaan di poli Rehabilitasi Medik. Ia lantas menceritakan awal mula sakit dan mendapatkan perawatan di IGD Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) BPJS Kesehatan.

Dengan suaranya yang pelan, Pitono menceritakan bagaimana kronologi yang terjadi sehingga mengakibatkan sakit yang dialaminya. Pada awal Desember tahun lalu, dirinya mengalami musibah jatuh dari sepeda saat perjalanan mengantarkan cucunya bersekolah. Selang beberapa hari, otot-otot sekitar lutut pitono terasa lemas hingga membuatnya tidak mampu berjalan. Berbekal Kartu JKN-KIS miliknya, keluarga Pitono kemudian membawanya ke IGD rumah sakit. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan dan tindakan di Ruang IGD rumah sakit, Pitono pun harus dirawat inap di rumah sakit tersebut.

Setelah beberapa hari dirawat dan mendapatkan tindakan medis, akhirnya dokter memperbolehkannya pulang untuk selanjutnya ia harus melakukan terapi pada Poli Rehabilitasi Medik 2 kali dalam seminggu, untuk memulihkan cerdera lutut yang dialaminya. Pitono pun mengikuti saran dokter untuk rawat jalan, dan rutin menjalani terapi hingga saat ini ia mendapati kondisi lututnya telah membaik. Saat ditemui Pitono menceritakan bahwa kakinya sudah bisa digunakan untuk berjalan lagi meskipun masih belum normal dan menggunakan tongkat sebagai alat bantunya.

“Sekarang kaki saya sudah lebih baik, bahkan sudah bisa digunakan untuk berjalan lagi. Sebelumnya kaki saya sangat sakit dan terasa lemas sampai tidak bisa berjalan, karena berdiri saja susah,” jelas Pitono.

Selama melakukan pengobatan pada lututnya, Pitono mengakui bahwa tidak ada kendala apapun dan sangat terbantu dengan kartu JKN-KIS. Pelayanan yang didapatkan juga sangat baik tidak dibedakan antara pasien umum dan pasien JKN-KIS.

Ia pun menyebutkan bahwa kartu JKN-KIS ini sangat bermanfaat bagi dirinya. Oleh karenanya ia menganjurkan kepada masyarakat yang belum mendaftar Program JKN-KIS untuk segera mendaftar dan mendapatkan kartu JKN-KIS sepertinya.

“Saya merasakan kartu JKN-KIS ini sangat membantu dan bermanfaat. Pelayanan bagi peserta JKN-KIS baik dan tidak dibedakan dengan pasien umum yang lainnya. Bagi masyarakat saya sarankan segera memiliki  kartu JKN-KIS ini. Dengan menjadi peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir lagi untuk berobat dan penting jika sewaktu-waktu memerlukannya saat kondisi kita darurat,” ungkap Pitono.

Di akhir kesempatan, Pitono mengungkapkan harapannya atas pengelolaan Program JKN-KIS yang sudah berjalan baik untuk lebih ditingkatkan dalam hal pelayanan, kemudahan dan lainnya.

“Harapannya Program JKN-KIS bisa lebih baik dan ditingkatkan lagi kualitasnya. Seperti halnya pelayanan di rumah sakit lebih mudah,  dokternya juga makin baik dalam melayani pasien dan tenaga medisnya ditambah sehingga pelayanan untuk peserta Program JKN-KIS makin lancar,” pungkas Pitono.(Jayak)

Exit mobile version