mahkota555

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Oleh Kementrian Kesehatan di Banyuwangi

BANYUWANGI – majalahglobal.com : Bertempat di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi(9/8), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup  Sehat (Germas). Kesempatan itu dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat Banyuwangi mendukung Germas, yaitu suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Kepala Bagian Hukum dan Organisasi PKJM Kemenkes, Setiyadi Nugroho mengatakan, “Sosialisasi ini diperlukan sebab saat ini masyarakat dihadapkan pada persoalan penyakit yang bertukar pola. Dulu penyebab kematian adalah penyakit yang menular, sekarang penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, stroke dan diabetes  justru menjadi penyebab kematian yang tinggi. Ini akan mengancam pola hidup sehat di masyarakat. Dengan pola Germas, masyarakat diarahkan agar mengetahui cara hidup sehat dengan diawali pola pencegahan. Pola pencegahan ini dilakukan dengan dua pendekatan, yakni pendekatan keluarga dan kedua, melalui Germas dengan melibatkan semua unsur.”

Setiadi menambahkan, “Banyuwangi ini istimewa, karena antara pemerintah daerah dan jajarannya bersinergi. Misal sekarang yang mau digarap adalah pariwisatanya. Itu yang mendukung bukan hanya Dinas Pariwisatanya saja, tapi juga semua stakeholders hingga masyarakat. Ini yang kami apresiasi, sebab sebesar apa pun biaya yang dimiliki,  kalau tidak ada komitmen, tidak akan bisa terbangun.” Dan Setiadi mengaku terkesan menyelenggarakan kegiatan ini di Banyuwangi.

Sedangkan Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Heru Santoso mengatakan, “Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat. Jika sekarang penyakit tidak menular jadi penyebab utama kematian, maka cara pencegahannya adalah dengan rajin berolahraga, ketersediaan akses air bersih, pemukiman yang sehat dan layak, dan perlunya perubahan perilaku secara lebih sistematis. Ini jadi pilihan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.” Dan Heru Santoso menyambut baik pelaksanaan acara ini.

Acara ini diikuti 150 peserta yang berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), masyarakat umum, kalangan akademisi, pramuka, paramedis, Tim Penggerak PKK, lurah, kades, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Acara ini dikemas dalam bentuk paparan, talkshow dan tanya jawab. Anggota Komisi XI, Nihayatul Wafiroh juga dihadirkan sebagai salah satu pembicara. Kegiatan ini juga diwarnai dengan edukasi tentang gerakan cuci tangan dengan air bersih, menggalakkan makan buah dengan gerakan makan buah lokal bersama, dan senam peregangan otot yang dianjurkan untuk dilakukan tiap jam 10 dan 12 siang. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *