KPU Mojokerto Didesak Coret Calon Independent

Machradji Machfud, ketua Penasehat Lembaga Pemberdayaan Rakyat (LPR) saat orasi di kantor Panwaslu
MOJOKERTO – MG : Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kabupaten Mojokerto didesak merekomendasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar mencoret calon independen yang diduga menyuap calon pemilih.
Tim pemenangan bakal calon bupati dan wakil bupati Mojokerto dari jalur perseorangan, Misnan Gatot-Rahma Shofiana (Misof), diduga menyuap calon pemilihnya yang dimintai tanda tangan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat bukti dukungan.
“Kami minta agar calon perseorangan dicoret karena terindikasi suap, menipu masyarakat, dan memalsu tanda tangan masyarakat sebagai bukti dukungan,” tegas Machradji Machfud, ketua Penasehat Lembaga Pemberdayaan Rakyat (LPR) saat orasi di kantor Panwaslu. Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/08).
Menurutnya, selain terindikasi suap, tim pengalangan dukungan Misnan-Shofi juga berlaku curang. “Masyarakat dimintai KTP dengan alasan untuk sensus penduduk, padahal digunakan untuk dukungan pilkada. Tanda tangan dukungan warga juga banyak yang dipalsu,” kata Machradji.
Dugaan pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan tim Misof itu sudah pernah dilaporkan gabungan LSM ke Panwas namun forum penegakan hukum terpadu (gakkumdu) yang terdiri dari unsur Panwas, Polri, dan Kejaksaan menyatakan laporan tersebut tak memenuhi unsur pidana. “Sudah kami tindak lanjuti di lapangan dan masyarakat tidak ada yang mengaku menerima uang,” kata Ketua Panwas Pilkada Kabupaten, Miskanto.
Pihaknya beralasan laporan tersebut juga kedaluarsa atau sudah melebih batas waktu laporan pidana pemilu yang diatur dalam undang-undang yakni maksimal tujuh hari setelah kejadian. “Jika memang benar ada suap, itu paling tidak sudah lama saat penggalangan dukungan KTP,” katanya.
Terkait alasan Miskanto, Machradji menganggap Panwas tidak independen. “Panwas tidak obyektif dan di bawah tekanan penguasa (bupati yang sedang berkuasa),” katanya. Ia menuduh Misnan-Shofi adalah ‘calon boneka’ yang sengaja dimunculkan Bupati Incumbent Mojokerto Mustofa Kamal Pasa untuk menghindari calon tunggal agar Pilkada tak tertunda. “Semua tahu siapa yang mendanai Misnan-Shofi,” katanya.
Misnan pernah membantah tuduhan suap dan tuduhan sebagai ‘calon boneka’ itu. “Saya tidak merasa seperti itu, silakan ditelusui jika ada informasi seperti itu,” katanya saat mendaftar di KPU (28/07/2015) lalu. Bahkan Ketua tim sukses Misof, M Soleh, juga membantahnya. “Itu belum jelas, itu hanya isu saja,” katanya. Ia mengklaim pencalonan Misnan-Shofi tidak mendadak dan bukan ‘calon boneka’. “Kami menggalang dukungan lewat jaringan teman-teman,” katanya. (Jay)

Berita Majalah Global Edisi 047, Agutus 2015 :

KPU Mojokerto Didesak Coret Calon Independent
Kemarau Panjang, Tak Pengaruhi Stok Beras di Bulog Surabaya
Perubahan APBD, DPRD Kabupaten Jombang Fokuskan Sektor Infrastruktur
Sidang Praperadilan OC Kaligis Ditunda 
Calon Penantang Tri Rismaharini Ini Tiba – Tiba Mundur
Polisi Tetapkan Empat Tersangka dalam Rusuh Tolikar
 

Exit mobile version